RSS

Guru Profesional

20 Mar

A. Pengertian Umum Tentang Guru

Guru adalah jabatan profesi seseorang yang memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai :

1. Pendidik

Yakni sebagai pendorong (suporter), melakukan pengawasan (supervisor), mendisiplinkan anak agar anak menjadi patuh terhadap norma-norma, aturan-aturan hidup dalam keluarga dan masyarakat.

2. Pengajar dan Pembimbing

Setiap guru harus memberikan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman lain di luar fungsi sekolah seperti persiapan bekerja, perkawinan dan kehidupan keluarga sehingga anak memiliki pribadi yang sesuai dengan nilai-nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya, mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar untuk hidup dalam masyarakat dan pengetahuan untuk mengembangkan kemampuannya lebih lanjut.

3. Pembina dan Pengasuh

Seorang guru harus mampu membentuk, merubah atau menciptakan karakter pada anak didiknya dari yang kurang baik, atau bejad sekalipun untuk jadi memiliki karakter dan sikap yang lebih baik.

4. Model

Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. Oleh karena itu tingkah laku pendidik baik guru, orang tua atau tokoh-tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma-norma agama yang dianut norma bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

5. Pelajar (leamer).

Seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan jaman. Pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan tugas profesional, tetapi juga tugas kemasyarakatan maupun tugas kemanusiaan.

6. Komunikator pembangunan masyarakat

Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan di segala bidang yang sedang dilakukan. Ia dapat mengembangkan kemampuannya pada bidang-bidang yang dikuasainya.

7. Administrator

Disamping mendidik, mengajar dan membimbing seorang guru dalam bekerja dituntut untuk mampu melaksanakan kegiatannya dengan administrasi yang tertib dan teratur. Dalam kaitannya proses belajar mengajar perlu diadministrasikan secara baik. Sebab administrasi yang dikerjakan seperti membuat rencana mengajar, mencatat hasil belajar dan sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya dengan baik.

B. Latar belakang

Guru adalah operator sebuah kurikulum pendidikan. Ujung tombak dan pejuang pengentas kebodohan. Bahkan guru adalah mata rantai dan pilar peradaban serta sebagai benang merah bagi proses perubahan dan kemajuan suatu masyarakat atau bangsa. Namun eronisnya !

Di negeri ini sudah menjadi realitas umum bahwa guru bukan menjadi profesi yang berkelas baik secara sosial maupun ekonomi. Teller di sebuah bank lebih terlihat high class dibandingkan guru. Jika  ingin menmposisikan profesi guru setara dengan profesi lainnya, mulai di_blow up bahwa profesi guru memiliki strata sosial yang tinggi dan dihormati dalam masyarakat. Karena mengingat begitu fundamental peran guru bagi proses perubahan dan perbaikan di masyarakat. Guru profesional seharusnya memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogis, kognitif, personaliti, dan sosial.
Oleh karena itu, selain terampil mengajar, seorang guru juga memiliki pengetahuan yang luas, bijak, dan dapat bersosialisasi dengan baik. Profesionalisme Guru seharusnya  :

(1) Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme, (2) Memiliki kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang tugasnya, (3) Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugasnya.
Di samping itu, mereka juga harus (4) Mematuhi kode etik profesi, (5) Memiliki hak dan kewajiban dalam melaksanakan tugas, (6) Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerjanya, (7) Memiliki kesempatan untuk

mengembangkan profesinya secara berkelanjutan, (8) Memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas profesionalnya, dan (9) Memiliki organisasi profesi yang berbadan hukum .

BAB II

SYARAT-SYARAT MENJADI GURU PROFESIONAL

A. Profesionalisme Guru

Dalam managemen sumber daya manusia, menjadi profesional adalah tuntutan jabatan, pekerjaan ataupun profesi. Aspek yang penting dalam sebuah profesi adalah sikap profesional dan kualitas kerja. Kata “profesional” berasal dari bahasa Inggris yang berarti ahli, pakar, mumpuni dalam bidang yang digeluti. Menjadi profesional berarti menjadi ahli dalam bidangnya. Dan seorang ahli tentunya berkualitas dalam melaksanakan pekerjaannya.

Guru sebagai ujung tombak meningkatkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas harus memiliki profesionalitas sebagai pendidik, pengajar dan pembimbing, serta pembina atau pengasuh bagi obyek didik yaitu murid.

Guru harus memiliki skill/keahlian dalam mendidik atau mengajar. Menjadi guru mungkin semua orang bisa. Tetapi menjadi guru yang memiliki keahlian, piawai dalam mendidik atau mengajar, perlu pendidikan, pelatihan dan jam terbang yang memadai.

Ada beberapa syarat yang  mesti dimiliki untuk menjadi guru yang profesional yaitu :

  1. Memiliki kemampuan intelektual yang memadai
  2. Memiliki kemampuan memahami visi dan misi pendidikan
  3. Memiliki keahlian mentransfer ilmu pengetahuan atau metodologi pembelajaran
  4. Memahami konsep perkembangan anak/psikologi perkembangan
  5. Memiliki kemampuan mengorganisir dan problem solving
  6. Kretif, inovatif dan memiliki seni dalam mendidik

B. Ciri-ciri Guru Yang Profesional

Jika seorang guru melakukan pekerjaannya secara profesional maka akan terlihat sekurang-kurangnya ada 10 ciri-cirinya sebagai berikut :

1. Selalu punya energi untuk siswanya

Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama

2. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran

Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.

3. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif

Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa  mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.

4. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik

Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif, sehingga dalam kondisi apapun kelas dapat dikuasainya dengan baik.

5. Bisa berkomunikasi Baik dengan Orang Tua

Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya.

6. Punya harapan yang tinggi pada siswa nya

Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.

7. Pengetahuan tentang Kurikulum

Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga  memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.

8. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan

Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyiapkan bahan menarik bagi para siswa, bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.

9. Selalu memberikan yang terbaik  untuk Anak-anak dan proses Pengajaran

Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan  mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya, sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa.

10. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa

Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Memperhatikan peran guru dan tugas guru sebagai salah satu faktor determinan bagi keberhasilan pendidikan, maka keberadaan dan peningkatan profesi guru menjadi wacana yang sangat penting. Pendidikan di abad pengetahuan menuntut adanya manajemen pendidikan modern dan profesional dengan bernuansa pendidikan.

Kemerosotan pendidikan bukan diakibatkan oleh kurikulum tetapi oleh kurangnya kemampuan profesionalisme guru dan keengganan belajar siswa. Profesionalisme menekankan kepada penguasaan ilmu pengetahuan atau kemampuan manajemen beserta strategi penerapannya. Profesionalisme bukan sekadar pengetahuan teknologi dan manajemen tetapi lebih merupakan sikap, pengembangan profesionalisme lebih dari seorang teknisi bukan hanya memiliki keterampilan yang tinggi tetapi memiliki suatu tingkah laku yang dipersyaratkan.

Guru yang profesional pada dasarnya ditentukan oleh attitudenya yang berarti pada tataran kematangan yang mempersyaratkan willingness dan ability, baik secara intelektual maupun pada kondisi yang prima. Profesionalisasi harus dipandang sebagai proses yang terus menerus. Usaha meningkatkan profesionalisme guru merupakan tanggung jawab bersama antara LPTK sebagai pencetak guru, instansi yang membina guru (dalam hal ini Depdiknas atau yayasan swasta), PGRI dan masyarakat.

@@@@@@@@dokumen sajaaa@@@@@@@@

 

akitephos
come back
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 Maret 2010 in Pendidikan

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: