RSS

Islam Radikal, Fundamental

28 Sep

Radikal

Radikal, Fundamentalis, Siapa Takut???

28 September 01:02am

Ho..hoo.. rasanya sebutan muslim radikal, fundamentalis and sejenisnya bakalan mencuat lagi nie, terutama ditujukan pada kelompok islam tertentyu begichu, bukankah ichu bechul??

Bagaimana sih kesan atau citra yang ditangkap orang pada umumnya saat denger kata muslim radikal or fundamentalis?? . Banyak orang memiliki kesan umum, bahwa Muslim fundamentalis atau Muslim radikal atau Muslim garis keras (hard-liner)-begitu biasa mereka menyebut kelompok Islam yang lantang menyerukan penerapan syariah-adalah orang yang berwajah garang, tidak argumentatif, doktriner, bodoh dan tidak bisa diajak dialog. Singkatnya, di mata mereka, wajah Muslim fundamentalis itu sangat buruk dan menakutkan. Karena itu, tidak semua orang memiliki kekuatan hati untuk datang bertemu dengan para “ekstremis” itu.

Apa sih Radikal and Fundamentalis itu ??

Radikal secara kebahasaan (lughawi) berarti “akar”, atau “sesuatu yang mendasar”.  Radikalisme berarti berfikir secara mendalam dalam menelusuri suatu akar masalah. So pengertian radikal sebenarnya merujuk pada sesuatu yang positif (radic = akar), yaitu sesuatu yang mendasar (dalam terminologi Islam bisa berarti tauhid = dasar Islam),  Jadi idealnya justru dalam mempelajari Islam, pemikiran radikal ini diperlukan agar kita dapat memahami hakekat dan kebenaran keIslaman kita, apakah Islam yang kita pelajari sudah sesuai atau tidak dengan tuntunan Rasulullah,

Sedangkan fundamental secara lughawi berarti “pokok, asas”. Di dalam Ushul Fiqih, asas atau pokok agama Islam yang utama adalah Al Qur’an dan As Sunnah. Selain ditunjang oleh adanya Ijma’ dan Qiyas.

So Apa hubungan Radikal dan Fundamental?

Suatu proses untuk memahami sebuah hakekat dan kebenaran Islam tidak lepas dari sebuah asas atau pokok (fundamental), seperti misalnya di dalam menjalankan rukun Islam yang lima, syahadat, sholat, zakat, puasa, dan haji, sangat diperlukan asas yang pokok dan benar agar ketika menjalankan proses rukun tersebut tidak bertentangan dengan kaidah pokok tersebut, dalam hal ini tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah. Di dalam mengucapkan syahadat, diperlukan dasar tentang bagaimana syahadat yang benar, atau ketika sholat, diperlukan kaidah pedoman tentang bagaimana sholat yang benar, dan lain sebagainya.

Masalahnya sekarang penyebutan radikal ini sering dimunculkan saat terjadi risiko tindak kekerasan atas kiprah kelompok islam ini, sehingga jika terjadi berulang-ulang kemudian citra buruklah yang menempel pada kelompok tersebut dan saat kita mendengar nama islam radikal or fundamentalis, yanga ada malah rasa takut.

Demikianlah citra yang telah terlanjur melekat pada kelompok Islam yang disebut fundamentalis. Pencitraan semacam ini tentu tidak lahir dengan sendirinya. Ia merupakan hasil dari sebuah kerja panjang yang sistematis oleh media massa yang saat ini memang didominasi oleh media Barat. Pencitraan semacam ini jelas sangat merugikan karena orang bisa menjadi mis-leading (keliru) dalam menilai. Kalau sudah keliru, sebagus apa pun yang dibawa atau disampaikan akan tetap cenderung ditolak oleh khalayak.

Mengapa mereka disebut radikal?  Dalam Islam Radikal, Pergulatan Ormas-ormas Islam Garis Keras di Indonesia (Teraju, Ju1i 2002), Khamami Zada-dengan memakai kerangka teori Horace M. Kallen-mencirikan Islam radikal dengan empat hal yaitu :

    • Pertama, mereka memperjuangkan Islam secara kaffah (totalitas); syariat Islam sebagai hukum negara, Islam sebagai dasar negara, sekaligus Islam sebagai sistem politik sehingga bukan demokrasi yang menjadi sistem politik nasional.
    • Kedua, mereka mendasarkan praktik keagamaannya pada orientasi masa lalu.
    • Ketiga, mereka sangat memusuhi Barat dengan segala produk peradabannya, seperti sekularisasi dan modernisasi.
    • Keempat, perlawanannya dengan gerakan liberalisme Islam yang tengah berkembang di kalangan Muslim Indonesia.

So dengan ciri2 itu, apa yang salah dengan islam radikal or fundamentalis, Salahkah memperjuangkan totalitas Islam? Salahkah berorientasi pada ajaran masa lalu (jaman Nabi SAW’ dan khulafaurrasyidah)? Salahkah melawan pemikiran sekularisme dan liberalisme yang dikembangkan oleh dunia Barat dengan mengemukakan ajaran Islam yang orisinil?

So sama sekali ga ada kan hubungan mesra kan antara radikalisme -fundamentalisme islam dengan anarkisme, Islam itu agama damai dan rahmat, namun jangan lupa kekerasan pun dibolehkan asal sesuai dengan tuntunan syariat. So menjadi fundamentalis dan radikalis dalam berislam harusnya menjadi kemestian kan

Fundamentalis and radikal, siapa takut???

Note: Kebenaran datangnya dari Alloh dan kekhilafan/kejahilan datang dari diri saya sendiri. wallahu alam

Ditulis /Copas dari nenyok

Ref:
Dicari islam radikal
Sebuah catatan islam radikal
wajah ramah muslim fundamentalis

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 28 September 2010 in Tentang Islam

 

2 responses to “Islam Radikal, Fundamental

  1. mas Mas

    12 November 2010 at 10:51 am

    memang telah terjadi pergeseran dalam memaknai agama, dahulu manusia adalah untuk agama, dan semua penilaian baik dan buruk dilihat dari kacamata agama. ketika dimaknai manusia untuk agama maka manusia akan rela berkorban demi agamanya, bahkan nyawa sekalipun. Dan sekarang dimaknai bahwa agama adalah untuk manusia, disini posisi agama berada lebih rendah daripada manusia, sehingga kenyataan pengorbanan jiwa raga untuk agama otomatis berkurang. sedangkan nilai baik buruk di tentukan oleh ilmu-ilmu baru, psikologi, sosiologi dan lain sebagainya, sehingga apapun itu jika itu tidak merugikan orang lain tetap dianggap benar. wallahu a’lamu…… terus berkarya pak…., chayo….!

     
    • Surono

      15 November 2010 at 1:52 pm

      Matur Nuwun Comment-nya Pak…!

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: